Kids

All about Kids


3 Jenis Masalah Tidur Pada Anak & Cara Menanganinya

Yuk, bantu anak - anak mendapat waktu tidur yang cukup dan berkualitas!

18 September 2020 7:00

Ternyata, ada beberapa alasan yang menyebabkan masalah tidur pada anak.

Tidur adalah aktivitas utama otak sepanjang awal perkembangan. Kecukupan durasinya  turut membantu memelihara sistem imun dan pertumbuhan fisik. Selain itu, tidur juga membantu tubuh memulihkan tenaga yang hilang, menghilangkan kelelahan dan meningkatkan efisiensi belajar. Jadi, pastikan Si Kecil tidak mengalami gangguan tidur, ya!

Dr. dr. Conny Tanjung, Sp.A & Prof. Dr. dr. Rini Sekartini melalui jurnal Sari Pediatri - Jurnal yang diterbitkan oleh Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan bahwa gangguan tidur yang dapat terjadi pada anak diantaranya kesulitan pada saat mulai tidur, mempertahankan tidur, atau gangguan yang berhubungan dengan pernapasan. Penyebab gangguan tidur dapat bersifat internal maupun eksternal, mulai dari faktor lingkungan dan kebiasaan yang berhubungan langsung dengan gangguan tidur.

Terdapat 3 jenis gangguan tidur pada anak:

  1. Disomnia: Berhubungan dengan masalah jumlah tidur, saat mulai dan mempertahankan tidur. Misalnya, sering terbangun saat tidur malam, kurangnya waktu tidur dalam waktu yang berkepanjangan.
  2. Parasomnia: Sekelompok masalah yang berhubungan dengan keadaan pada saat masa transisi tahapan tidur. Contohnya: Mimpi buruk, berjalan saat tidur.
  3. Gangguan tidur sekunder: Gangguan tidur yang berhubungan dengan masalah medis. Adanya penyakit seperti asma, obesitas sehingga menimbulkan sleep apnea/kesulitan bernapas, alergi, atau yang lainnya.

Ilustrasi: Anak mengalami mimpi buruk & kesulitan tidur. Source: Freepik.com

Apa saja penyebabnya?

  1. Mimpi buruk seringkali dipicu oleh masalah emosional, seperti stres dan kecemasan. Sama dengan sleep walking atau tidur sambil berjalan, meskipun umumnya bukan masalah serius, gangguan tidur ini menunjukkan bahwa anak merasa stress.
  2. Sulit tidur umumnya disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari sakit, sedang mengalami masalah emosional yang dapat menjadi pemicu stres seperti kondisi pertemanan atau problem yang sedang terjadi di lingkungan keluarga.
  3. Sleep apnea atau kesulitan bernapas biasanya terjadi pada anak yang memiliki berat badan berlebih. Penyebabnya adalah pembesaran amandel atau kelenjar gondok (jaringan yang menghubungkan hidung dengan tenggorokan).
  4. Sering terbangun sepanjang malam, anak dapat tidur secara tiba – tiba. Gangguan ini termasuk gangguan yang kronis dan terjadi karena adanya kelainan saraf sehingga mengendalikan aktivitas tidur.
  5. Kebiasaan yang dapat mengganggu tidur, seperti menonton televisi saat akan tidur.
  6. Terganggunya kualitas tidur, seringkali disebabkan oleh masalah interaksi anak dengan orang tua. Dr. Diane Benoit, psikater dari University of Toronto, AS  melaporkan bahwa 57% dari anak dengan masalah tidur memiliki hubungan yang tidak baik dengan mamanya.

Lalu, harus bagaimana?

  1. Konsisten dengan jadwal tidur yang teratur. Ketepatan waktu akan membantu mereka mendapat waktu tidur yang cukup, yaitu kurang lebih 9 jam setiap malam. Mama dapat memulainya dengan memberi contoh dan mulai membangun ritual tidur 30 menit sebelum saat tiba. Misalnya dengan membaca buku bersama atau mematikan lampu.
  2. Matikan gadget. Ini adalah salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung suasana tidur. Meletakkan aromaterapi dan mengenakan baju tidur yang nyaman bisa dicoba sebagai alternatif langkah yang bisa dilakukan.
  3. Temani & berkomunikasi. Tanyakan kepada Si Kecil ketakutan atau perasaan yang dirasa saat mengalami kesulitan tidur. Bicarakan dan usahakan untuk mencari solusi terbaik.

Jika dibiarkan, masalah tidur pada anak membawa berbagai dampak. Diantaranya adalah gangguan pertumbuhan, gangguan kardiovaskular, fungsi kognitif dan perilaku sehari – hari. Selain itu, kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi fokus & konsentrasi. Yuk, bantu anak - anak mendapat waktu tidur yang cukup dan berkualitas! (Nathalie Indry/CC/Photo: Freepik.com) 

 


Responses
Write a responses...
Redeem Cart