All about


Anak Milenial Kecanduan Game Online, Bagaimana Solusinya?

Hampir setiap hari, anak mendapatkan kemudahan akses pada internet, smartphone, tablet, laptop, komputer dan lain sebagainya.

Mamin in
4 June 2019 1:00

Game online seperti Mobile Legends, World of Warcraft, atau PUBG, menjadi permainan yang mudah dijumpai anak dalam kehidupan sehari – hari. Sebagai anak yang lahir di era milenial, kemungkinan besar anak – anak sudah sangat lekat dengan teknologi dan gadget. Hampir setiap hari, anak mendapatkan kemudahan akses pada internet, smartphone, tablet, laptop, komputer dan sebagainya. Dilihat dari sisi edukasi, anak – anak era milenial akan lebih mudah mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan. Sayangnya, ada juga dampak buruk dari teknologi, terutama ketika anak sudah terpapar game online hingga kecanduan. Mereka akan bermain game online hingga berjam – jam sehingga melupakan tanggungjawab untuk belajar dan membagi waktu untuk tugas lain. Bagaimana sikap terbaik yang bisa dilakukan orangtua untuk menghadapi anak milenial yang berisiko kecanduan game online? Yuk, simak pembahasan berikut ini..

Gejala kecanduan game online

Anak – anak yang sudah terbiasa memiliki fasilitas barang elektronik atau gadget, lebih berisiko besar kecanduan game online. Menurut American Psychological Association, gejala – gejala kecanduan game online pada anak meliputi:

  • Lupa waktu makan dan tidur
  • Depresi
  • Kurangnya hubungan sosial karena bermain games
  • Bermain game hingga berjam – jam dan sulit dihentikan
  • Penurunan prestasi di sekolah

Cara mengatasi anak kecanduan game online

Dalam beberapa kasus anak kecanduan game online yang sudah parah, mereka harus direhabilitasi dan mendapatkan penanganan yang tepat oleh dokter kejiwaan. Namun, jika anak kecanduan game online karena sulit mengelola waktu atau ingin menghabiskan waktu dengan bermain terus – menerus, berikut beberapa tips yang bisa dicoba.

Jangan menempatkan gadget atau perangkat elektronik di kamar anak

Komputer, laptop, smartphone atau TV yang ada di kamar anak bisa membuat anak tergoda untuk bermain game terus – menerus hingga lupa belajar. Jauhkan berbagai jenis gadget itu dari kamar anak dan simpan sementara di ruangan Anda. Bila anak membutuhkan akses komputer dan internet untuk belajar, posisikan layar monitor menghadap ke ruang publik agar tampilan layar juga bisa dilihat oleh orangtua yang mengawasi.

Illustrasi: Anak menyalakan TV di kamar / Sumber: Freepik

Luangkan waktu bermain bersama

Hal ini akan mengajarkan anak bahwa permainan di kehidupan nyata merupakan bagian dari kehidupan. Mungkin anak bisa diminta menyelesaikan PR atau tugas rumah dulu sebelum bermain. Pastikan untuk mengajarkan anak bahwa setiap waktu bermain itu ada batasnya. Mintalah anak untuk menyisihkan waktu antara bermain dan belajar atau tugas lain agar anak bisa mengembangkan keterampilan manajemen waktu. [caption 0"]

Illustrasi: Anak bermain dengan Ibu / Sumber: People photo created by prostooleh">Freepik[/caption]

Melatih keterampilan sosial anak

Bermain games online kadang hanya menjadi pelarian anak – anak yang merasa sulit berhubungan dengan orang – orang di sekitar mereka. Entah itu saudara, teman, atau bahkan orangtua. Jika ini masalahnya, maka cari cara agar anak bisa bersosialisasi secara produktif. Misalnya, mengundang teman untuk datang ke rumah atau sesekali mengajaknya pergi berjalan – jalan ke taman di mana ia bisa bertemu anak – anak lain di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Jangan menjadikan game sebagai sistem reward

Berikan anak tujuan yang bisa dicapai di luar permainan. Seringkali, game membuat anak ketagihan karena ada banyak pemain dan level yang harus ditaklukkan. Namun, karena level ini sulit dan memakan waktu, seolah anak – anak tidak akan pernah bisa “menyelesaikan” permainan dan menghabiskan waktunya seharian di depan layar laptop. Jika anak – anak bisa memiliki tujuan lain yang bisa dicapai selain permainan, mereka akan cenderung tidak ingin bermain games dan memprioritaskan waktu dengan benar. Ingatlah bahwa kecanduan game biasanya merupakan hanya salah satu pertanda bahwa anak sedang berusaha mengalihkan perhatiannya dari masalah utama. Cari tahu apa masalahnya. Apakah anak bermasalah dengan teman di sekolah? Mengalami bullying, penurunan prestasi atau masalah lain? Jangan terburu – buru menyalahkan dan memarahi anak. Karena anak – anak tidak dilahirkan dengan keterampilan untuk memecahkan masalah begitu saja. Orangtua yang seharusnya berperan dan memberikan pengertian agar anak bisa mengelola masalah – masalah itu.


Responses
Write a responses...
12 June 2020 19:01
Di masa pandemi aktivitas screen time menjadi bertambah dan tak bisa dihindarkan :'(
3 March 2020 18:03
Banyak banget ortu yg mengenalkan gadget sedini mungkin ke anak yg berakibat fatal sampai usia sekolah huhu
3 March 2020 18:02
Bahaya bangetttt memang gadget buat balita
3 March 2020 16:29
29 February 2020 14:02
No gadget No cry :) yuk mulai dari oramgtua nya dulu yang minimalisir penggunaan gadget :)
Redeem Cart