Kids

All about Kids


Belajar dari Kasus Kematian Anak dengan Virus Covid 19

Salah satu penyebab anak terinfeksi virus Covid 19 adalah paska kunjungan ke negara atau wilayah yang terjangkit virus

31 July 2020 7:00

Tepat pada peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 merilis data jumlah kasus positif virus ini pada anak – anak Indonesia berjumlah 7.008 orang. 8,7% diantaranya dinyatakan sembuh; tetapi 1,6% atau 125 orang meninggal dunia. 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui publikasinya mengingatkan orang tua bahwa salah satu penyebab anak terinfeksi virus Covid 19 adalah paska kunjungan ke negara atau wilayah yang terjangkit virus. Maka, bila ada anggota keluarga yang baru pulang dari wilayah tersebut, sebaiknya melakukan pengawasan mandiri selama 14 hari, termasuk pada anak. 

Apa Saja Gejalanya?

Pada anak  sulit  dibedakan dari  penyakit  saluran pernafasan  akibat penyebab lainnya. Gejala dapat berupa  batuk pilek seperti penyakit common cold atau selesma, yang umumnya bersifat ringan dan akan sembuh sendiri. Penyakit saluran pernafasan menjadi berbahaya apabila menyerang paru - paru, yaitu menjadi radang paru atau yang disebut pneumonia. Gejala pneumonia adalah demam, batuk, dan kesulitan bernafas yang ditandai dengan nafas cepat dan sesak nafas.

Anak – anak rentan tertular dari orang dewasa yang dinyatakan positif terinfeksi virus Covid 19 bila daya tahan tubuhnya rendah. Jika Ia mengalami keluhan ringan seperti demam kurang dari 3 hari, batuk, pilek, sepanjang dapat ditangani sendiri di rumah, sebaiknya tidak mengunjungi fasilitas kesehatan. Tetapi perhatikan bila demamnya sudah lebih dari 3 hari, mengalami sesak nafas, muntah dan lesu, kondisi ini memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh para ahli. 

Bila bayi/anak menjadi PDP (Pasien dalam Pemantauan), orang tua/pengasuh yang dirawat dengan anak harus tinggal di ruangan setiap saat sampai boleh pulang  atau hasil  tesnya negatif.  Keduanya harus  mengenakan  masker bedah/ saat pergi keluar ruangan dengan alasan apapun, sambil tetap dilakukan upaya pencegahan penularan.

 dr. Reisa Broto Asmorodr. Reisa Broto Asmoro, Image source: Covid19.go.id

dr. Reisa Brotoasmoro, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 mengungkapkan pentingnya peran keluarga dalam melindungi anak – anak dari paparan virus dan peningkatan imunitas tubuh.

Berikut langkah 3 x 3 untuk perlindungan anak dari pandemi yang digagas pemerintah untuk dapat mama lakukan di rumah:

  1. Memenuhi kebutuhan gizi anakyang menjangkau usia bayi, balita, hingga remaja. Langkah ini dapat dilakukan melalui pengawasan & dukungan pertumbuhan, pemberian suplemen mikro nutrien. Lebih lanjut tentang pemberian suplemen  berupa vitamin, hal ini ditujukan untuk  mengatasi  kekurangan mikronutrien  dalam  asupan makanan. Sedangkan kekebalan terhadap penularan berbagai penyakit infeksi diperoleh dari nutrisi lengkap seimbang, istirahat yang cukup, aktivitas fisik sesuai usia, penerapan perilaku hidup bersih sehat, serta usaha pencegahan penularan infeksi.
  1. Dukung anak agar tetap belajar. Perluas pilihan metode belajar dari rumah agar tersedia pula metode yang minim tanpa teknologi, awasi pembelajaran dan partisipasi anak melalui platform daring. Tidak hanya fokus pada pencapaian akademis, ajarkan mereka ketrampilan hidup yang dapat membekali pengetahuan tentang pandemi.
  2. Lindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, dan pelecehan. Perlindungan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial kepada anak yang rentan. Perlu diingat, Kesehatan mental akan berpengaruh terhadap imunitas tubuh yang diperlukan untuk melawan virus.

“Lindungi anak-anak dengan menjaga stamina, makan makanan bergizi dan tetap ceria, hangat di dalam keluarga. Jangan lupa untuk Bahagia,” tutur dr. Reisa seperti dikutip dari laman resmi Gugus Tugas Covid 19.

Mulai Contohkan Kebiasaan Baru 

Anak adalah peniru ulung. Berawal dari kita, orang tuanya, mereka akan belajar untuk menjaga Kesehatan diri melalui cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menggunakan masker jika hendak bermain/bepergian, serta membatasi diri dari kerumunan untuk mencegah penularan virus Covid 19. Tetap waspada dan tidak panik berlebihan, yakin kita semua dapat melalui tantangan ini bersama – sama! (Nathalie Indry/CC/Photo: Freepik.com)


Responses
Write a responses...
Redeem Cart