Baby

All about Baby


Benarkah Fase Merangkak Tidak Boleh Dilewatkan?

Secara fisik, perkembangan awal menentukan perkembangan selanjutnya, mulai dari duduk, merangkak, mengangkat diri, hingga berjalan.  

6 August 2020 7:00

Perkembangan pada anak merupakan hasil interaksi antara kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya. Secara fisik, perkembangan awal menentukan perkembangan selanjutnya, mulai dari duduk, merangkak, mengangkat diri, hingga berjalan.  

Berikut fase perkembangan Si Kecil yang wajib menjadi perhatian, termasuk langkah stimulasi yang bisa mama lakukan di rumah:

  1. Duduk. Dalam rentang usia 4 - 7 bulan, bayi sudah bisa duduk sendiri tanpa bantuan. Stimulasi yang dapat diberikan adalah dengan mengajaknya bermain, menggelindikan bola ke arahnya, menyusun balok, atau menempatkan Si Kecil di kursi makan. 
  2. Merangkak.Di usia 7 - 10 bulan, mama dapat membantu menyediakan area lapang untuk Si Kecil bergerak, atau meletakkan mainan untuk mencapainya. 
  3. Mengangkat diri tanpa bantuan.Otot - otot bayi akan tumbuh lebih kuat sekitar usia 8 - 9 bulan. Pada tahapan ini, Ia dapat mengangkat dirinya sendiri dan bertumpu pada tembok atau perlengkapan rumah. Pastikan keamanan dari barang - barang yang akan Ia jadikan tumpuan ya, mam!
  4. Berjalan & merambat, dengan bantuan orang lain. Pada saat yang bersamaan (8 - 9 bulan) bayi dapat berdiri, biasanya Ia akan dapat diajak untuk berjalan dengan bantuan. Teruslah melatih kemampuan berjalannya. Semakin Ia terbiasa menapakkan kakinya, makin cepat Ia dapat berjalan. 
  5. Berdiri sendiri. Memasuki rentang usia 9 - 12 bulan, bayi secara perlahan dapat menyeimbangkan tubuhnya sendiri. Di saat inilah, Ia mulai dapat berdiri! Jangan lupa berikan apresiasi saat Ia berhasil mengangkat tubuhnya.
  6. Berjalan tanpa bantuan.Perlahan tapi pasti, bayi dapat mulai melangkah sendiri pada usia 12 - 18 bulan. Dengan stimulasi yang tepat & kontinu, Ia dapat menghilangkan ketakutannya untuk melangkah. 

Lalu, benarkah sebelum berjalan, setiap bayi harus melewati fase merangkak?

Menurut dr. Rastra Rantos, Sp.A saat dihubungi oleh Mamapedia.id (28/7/2020), 15% bayi bisa melewatkan fase merangkak, dan hal ini tergolong normal. “Asal perkembangan berikutnya ke fase berdiri dan berjalan dapat diikuti sesuai usia normalnya. Kecuali dalam kondisi khusus bayi tidak bisa merangkak, lalu sampai usia 18 bulan juga belum bisa berdiri/berjalan, maka sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan dokter,” ungkapnya.

Meskipun begitu, dirinya tetap menghimbau orang tua untuk memberikan stimulasi agar Si Kecil dapat merangkak, “Fase ini penting karena dapat melatih otot bayi sekaligus keseimbangan tubuh, dalam rangka usaha Ia belajar berpindah tempat.”

Ilustrasi bayi menggunakan baby walker

Mengapa Penggunaan Baby Walker Dilarang?

Posisi Baby walkermenjadikan bayi lebih tinggi. Hal ini memungkinkan bayi mencapai barang-barang tanpa sepengetahuan orang tua, membuat bayi lebih mudah bergerak & risiko tergelincir, membuat bayi malas menggerakkan kaki & tubuhnya, hingga menguatkan otot tubuh yang salah. Kedua tungkai bawah memang diperkuat, tetapi tungkai atas (paha) dan pinggul tetap tidak terlatih. Padahal tungkai atas dan pinggul sangat penting untuk berjalan. Jadi pemakaian Baby Walkertidak bermanfaat untuk melatih anak berjalan. 

Laporan dari American Academy of Pediatrics (2001) mengungkapkan bahwadi tahun 1999 diperkirakan sebanyak 8800 anak usia dibawah 15 bulan dibawa ke rumah sakit karena kecelakaan akibat baby walker. Dari tahun 1973 - 1998 dilaporkan sebanyak 34 bayi meninggal akibat kecelakaan baby walker yang kebanyakan karena jatuh dan cedera kepala.

Saat memberikan stimulasi untuk merangkak, dua hal berikut dapat menjadi perhatian mama:

  1. Tidak ada aturan baku & durasi khusus untuk anak belajar merangkak. Dan tentu saja, tidak perlu dipaksakan. Bantu Ia untuk menjelajah lingkungan sekitar dengan dukungan positif. 
  2. Utamakan keselamatan & keamanan lingkungan sekitar. Jauhkan jangkauannya dari benda – benda dengan potensi bahaya, mulai dari kabel, lampu, stop kontak, tangga, toilet, hingga benda – benda beracun di sekitar rumah. (Nathalie Indry/CC/Photo: Freepik.com)

Responses
Write a responses...
Redeem Cart