Pregnancy

All about Pregnancy


Calon Mama Harus Tahu, Ini Kejutan Yang Akan Mama Alami Setelah Melahirkan

Mama perlu tahu bahwa ada beberapa kejutan yang tidak bisa diprediksi setelah melahirkan.

26 January 2020 14:00

Memiliki momongan merupakan dambaan para ibu. Proses melahirkan menjadi suatu keistimewaan yang dianugerahkan kepada setiap perempuan. Tak heran jika calon mama biasanya mempersiapkan betul segala sesuatu menjelang persalinan. Calon mama mungkin akan mencari segala informasi yang penting menjelang proses lahiran.

Seketika itu, si calon mama akan sering mengunjungi toko buku untuk mencari buku tentang persalinan, browsing tentang proses lahiran di internet, bahkan meminta saran kepada mama lain yang sudah berpengalaman. Tapi, mama perlu tahu, bahwa ada beberapa kejutan yang tidak bisa diprediksi setelah melahirkan.

Mama mungkin akan berfikir, “kok nggak ada yang ngasih tau ya?” saat merasakan kejutan ini. Apa saja kejutan setelah melahirkan yang akan dialami calon mama?

Kejutan Yang Akan Dialami Mama Setelah Melahirkan

  1. ASI Tidak Langsung Keluar

Air Susu Ibu (Asi) merupakan sumber makanan terbaik bagi bayi. Sesaat setelah melahirkan, mama pasti akan diminta untuk melakukan inisiasi menyusui dini. Biasanya, mama akan diminta untuk mendekap bayi yang baru dilahirkan.

Proses ini bertujuan untuk mengenalkan si dedek bayi kepada ibu nya. Lewat inisiasi menyusi dini, bayi diajarkan mengenal aroma tubuh mama dengan mendekapnya di dada mama. Bayi akan merasa nyaman saat didekap mama, dan biasanya akan langsung menyusu.

Nah, tapi jangan kaget jika ASI mama tidak langsung keluar. Mama mungkin akan berfikir, “Duh kok ASI nya nggak keluar, nanti dedek nya nggak dapat asupan makanan dong?”

Tenang, jangan panik dulu. Kondisi ini lumrah terjadi pada ibu yang baru melahirkan. Di hari pertama setelah melahirkan, kelenjar ASI belum terbentuk sempurna, sehingga perlu menunggu beberapa saat sampai ASI keluar dengan lancar.

Tapi, kondisi ini akan menjadi masalah jika ASI mama belum juga keluar sampai hari keempat atau lebih. Ada beberapa faktor yang menyebabkan ASI sulit keluar, antara lain:

  • Stres. Bagi mama yang baru pertama kali melahirkan, proses persalinan mungkin bisa menyebabkan trauma. Ini bisa saja terjadi jika mama mengalami proses persalinan yang lama atau melalui operasi Caesar. Kondisi ini mempengaruhi hormone stres sehingga menghambat keluarnya ASI.
  • Cairan Infus. Tak sedikit mama yang baru melahirkan diberikan cairan intravena selama proses persalinan. Cairan ini biasanya diberikan bagi mama yang tidak kunjung mengalami pembukaan maksimal.
  • Cairan infus ini dapat mempengaruhi kelenjar yang ada di payudara, menyebabkan bengkak dan menghambat keluarnya ASI.
  • Kehilangan Banyak Darah. Jika mama mengalami proses persalinan normal dan baru pertama kali melahirkan, biasanya mama akan mengalami kehilangan banyak darah.
  • Umumnya darah yang keluar saat persalinan bisa mencapai lebih dari 500 ml. Kondisi ini bisa mengganggu kerja kelenjar hipofisis pada jaringan otak mama. Kelenjar ini berfungsi untuk mengontrol hormon laktasi yang memproduksi ASI.
  • Retensio Plasenta. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan plasenta yang sulit keluar dari Rahim. Masalah pada plasenta juga dapat menunda produksi ASI.

Illustrasi: Petugas kesehatan membantu Ibu dalam proses menyusui | Photo: Shutterstock
  1. ASI Keluar Sedikit

Jika ASI tidak kunjung keluar, mama bisa menggunakan alat bantu berupa pompa ASI. Tapi, tak sedikit mama yang baru melahirkan menghasilkan ASI yang sedikit, sehingga botol yang disiapkan untuk menyimpan ASI berembun.

Seperti yang dijelaskan tadi, kondisi ini normal terjadi pada ibu yang baru pertama kali melahirkan. Tapi jika dibiarkan lama, terhambatnya ASI beresiko terhadap tumbuh kembang bayi.

Kebutuhan nutrisi harian bayi yang berasal dari ASI tidak tercukupi, sehingga bayi mengalami penurunan berat badan.

Tapi jangan khawatir, selama cairan ASI pertama atau kolostrum yang berwarna kekuningan keluar, dedek bayi telah mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk beberapa hari pasca kelahiran.

Mama disarankan menggunakan alat bantu seperti pompa untuk mengeluarkan ASI manual atau elektrik. Proses pompa ASI dapat merangsang payudara untuk berusaha memproduksi ASI. Mama juga harus melakukan kontak antar kulit (skin to skin) dengan bayi untuk meningkatkan hormone oksitosin dan prolactin. Hormon ini berperan penting dalam produksi ASI.

  1. Puting Mengalami Lecet dan Luka

Selama hamil, mama akan mengalami beberapa perubahan, salah satunya adalah payudara yang membesar karena sedang memproduksi ASI. Nah, karena ukuran payudara tidak seperti biasanya, mama akan merasakan nyeri pada payudara.

Apalagi mama yang baru melahirkan untuk yang pertama kali. Payudara yang membesar dan mengeras akan menimbulkan rasa nyeri. Putting mama akan lebih sensitif saat menyentuh bibir sang bayi, sehingga mengalami lecet dan luka.

  1. Bayi Tidur Sepanjang Hari, Bukan Berarti Mama Berhenti Menyusui

Saat dilahirkan ke dunia, bayi belum bisa menyusaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Bayi masih merasa seperti di dalam Rahim yang nyaman dan hangat.

Tak heran jika si dedek bayi akan tidur sepanjang hari setelah dilahirkan. Walaupun si bayi tertidur, bukan berarti mama berhenti menyusui ya. Si dedek tetap harus dibangunkan untuk diberikan ASI jika sudah tidur lewat dari 4 sampai 5 jam.

Bayi yang usianya belum menginjak satu tahun memang akan lebih sering tidur. Maka dari itu mama harus membangunkan si bayi jika sudah waktunya mendapatkan ASI.

Bayi harus terus mendapatkan asupan nutrisi dari ASI agar tumbuh normal, sehat, dan berkembang sempurna.

  1. Mama Harus Terus Menyusui Bayi Untuk Membuka Saluran ASI

Untuk calon mama, kalian harus tahu bahwa ASI itu sangat penting untuk bayi. Jika produksi ASI mama tidak bermasalah, jangan sekali kali memberikan susu formula kepada bayi.

Untuk memperlancar ASI, mama harus terus mendorong bayi menyusu. Saat menyusu, sedotan bibir bayi di payudara mama secara alami akan membantu proses pembukaan saluran ASI.

Ada beberapa cara yang bisa mama lakukan untuk membuka saluran ASI:

  • Menyusui Bayi Secara Rutin.
  • Posisi Menyusui Bayi Yang Bervariasi.
  • Segera Susui Bayi Jika ASI Mulai Menetes.
  1. Proses Persalinan Caesar Membuat Mama Sulit Bergerak

Bagi mama yang melahirkan dengan proses c-section atau Caesar, mama mungkin akan mengalami kesulitan bergerak, merasa sakit di bagian perut dan tulang rusuk.

Rasa nyeri ini disebabkan oleh bekas jahitan yang belum kering. Operasi Caesar mungkin terlihat lebih mudah dibandingkan persalinan normal, namun proses penyembuhan operasi Caesar akan lebih menyakitkan.

Bekas jahitan pada operasi Caesar lebih lama sembuh dibandingkan bekas jahitan persalinan normal. Sensasi perih yang mama rasakan juga bisa terjadi karena perubahan kadar estrogen dalam tubuh setelah melahirkan.

Nah itu lah beberapa kejutan yang akan mama alami setelah melahirkan. Bagi mama yang baru melahirkan untuk yang pertama kali, mungkin akan kaget mengalami beberapa kondisi di atas.

Jangan khawatir, semua kejutan tersebut sangat lumrah terjadi pada mama. Proses melahirkan merupakan anugerah terindah bagi perempuan, jadi mama harus menikmati segala kondisi yang akan mama alami setelah melahirkan ya.


Responses
Write a responses...
22 June 2020 4:06
Breastfeeding istn always easy but its always worth it
3 March 2020 20:30
Terlebih baby ku premature di RS terbiasa dengan dot huhu
3 March 2020 20:29
MengAsihi memang gampang2 susah yaaa hehe
3 March 2020 16:28
29 February 2020 17:55
Seni menjadi ibu, meskipun perjalanannya tidak selalu mudah bit its gonna be worth it..
Redeem Cart