Motherhood

All about Motherhood


Do & Dont's Serumah dengan Mertua

Ada batasan tertentu yang sebaiknya dipatuhi untuk menciptakan hubungan harmonis dengan Mertua

1 October 2020 16:00

Setelah menikah dan memiliki anak, karena pilihan keluarga dan kondisi tertentu menyebabkan keluarga kecil harus tinggal serumah dengan mertua? Tenang, mama pasti bisa mengatasinya.

Psikolog klinis dewasa Liza Marielly Djaprie mengungkapkan bahwa komunikasi dan penerapan batas/aturan menjadi kunci utama hubungan harmonis dengan orangtua dari pihak pasangan ini, "Ketika tinggal serumah menjadi pilihan, mulailah membangun komunikasi dengan pasangan dan diskusikan mengenai batasan. Aturan lah yang akan membantu mencegah terjadinya konflik." 

Do & Dont's berikut dapat membantu mama menjalin hubungan harmonis walau tinggal seatap dengan mertua.

DO:

  1. Lakukan hal kooperatif untuk sama - sama berkontribusi selama berada di rumah. Misalnya saling menjaga kebersihan atau berinisiatif menawarkan bantuan bila diperlukan. 
  2. Tingkatkan rasa peduli. Mama bisa mencoba menawarkan belanja rutin dan memasak menu keluarga, tentu saja dengan lebih dulu berdiskusi mengenai menu masakan yang disukai seluruh anggota keluarga, termasuk mertua. 
  3. Melatih kesabaran dan berpikir positif. Jika masalah menerpa, yakinkan diri sendiri bahwa tidak ada yang sempurna. Tetap bersabar dan usahakan untuk dapat berpikir positif, setiap masalah pasti ada solusinya. 
  4. Hargai privasi. Jangan lupa untuk ingatkan anak - anak melakukan hal yang sama. Sekalipun sudah dianggap sebagai anggota keluarga dekat, hindari untuk ikut campur dalam urusan pribadi, memasuki kamar atau mengambil barang tanpa ijin. 
  5. Buat aturan bersama. Untuk menentukan batasan; misalnya pola pengasuhan anak akan mengikuti mama, dan mertua dapat membantu mengasuh tanpa mencampuri pola pengasuhan tersebut. Komunikasikan hal ini dengan pasangan & biarkan Ia yang membuka wacana ini dengan orangtuanya. 

       Ilustrasi: Seorang mama sedang menjalin komunikasi dengan Ibu mertua. Source: Freepik                                   

DONT'S:

  1. Sibuk sendiri. Luangkan dan bagi waktu antara mengurus keluarga kecil dan menjalin kedekatan dengan mertua.
  2. Menjaga jarak. Dalam usianya yang semakin lanjut, perasaan orangtua akan menjadi lebih sensitif. Oleh karena itu, untuk menghindari konflik dan miskomunikasi, ada baiknya mama sering mengajaknya berkomunikasi, menanyakan keadaan & berdiskusi mengenai satu dan lain hal. 
  3. Berprasangka. Semua pikiran negatif akan berujung pada rasa kecewa dan ketidakpuasan diri. Alih - alih melakukannya, pahami sudut pandang dirinya yang kerap berbeda dengan mama. 
  4. Terlalu ikut campur. Bisa - bisa, yang kita lakukan ini hanya akan memperkeruh permasalahan. Tetaplah tenang dan diam jika tidak dimintai pendapat. Menjaga jarak aman saat masalah sedang terjadi adalah pilihan terbaik yang bisa dilakukan. 
  5. Komentar berlebihan. Sama halnya dengan terlalu diam, mengutarakan komentar yang berlebihan juga sebaiknya dihindari. Hal ini untuk mencegah timbulnya gesekan karena salah persepsi dari masing - masing pihak. 

Sebelum mulai tinggal bersama, ajak mereka berdiskusi mengenai berbagai hal yang dapat memicu terjadinya konflik. Mulai dari pengaturan rumah tangga (dan biayanya), pola pengasuhan anak/cucu, serta ruang privasi bagi mertua atau keluarga kecil mama. 

Berikut beberapa problem yang sering dikeluhkan oleh mama saat tinggal bersama dengan mertua, dan cara menyelesaikannya:

  1. Mertua "menyetir" pola asuh cucunya. Menganggap dirinya telah berpengalaman membesarkan anak, mertua lalu menyarankan memberi MPASI sebelum waktunya, atau memperbolehkan Si Kecil bermain gadget tanpa batasan? Jika sudah begini, ada baiknya mama meminta bantuan suami untuk mengkomunikasikan aturan dan pola asuh yang sedang diterapkan dalam keluarga kecil. 
  2. Bingung mengatur keuangan rumah tangga. Karena sudah tinggal serumah, komunikasikan dengan jelas sampai batas mana keluarga kecil mama akan mendukung finansial rumah tangga sebelum resmi pindah. Siapkan pos keuangan dan patuhi, sediakan dompet darurat yang bisa digunakan siapa saja saat kondisi mendesak dan informasikan kepada seluruh anggota keluarga. 
  3. Terlanjur tidak ada batasan privasi. Mertua atau pasangan sering "curhat" tentang masalah pribadi masing - masing? Yuk, luangkan waktu untuk hanya bicara berdua dengan mertua atau pasangan; lalu jelaskan bahwa untuk beberapa kasus yang menyangkut keluarga besar, mama tidak akan ikut campur untuk memberi ruang privasi. Ungkapkan bahwa hal tersebut penting bagi mama, agar mertua memahaminya. (Nathalie Indry/CC/Photo: Freepik.com)

 


Responses
Write a responses...
Redeem Cart