Kids

All about Kids


Drama Sekolah Online, Mama Juga Mengalaminya?

Tidak lagi hadir dan bertatap muka, mama harus bagaimana?

1 August 2020 12:00

Selama pandemi, anak - anak mengalami masa transisi terutama dalam proses pembelajaran sekolah. Tidak lagi hadir dan bertatap muka, kini mama dihadapkan pada setumpuk tantangan memberikan pendampingan untuk belajar online. Harus bagaimana?

“Karena berbasis Montessori & di setiap sesi belajar ada prakteknya, Letta seringkali gagal fokus mendengarkan guru karena nggak sabar memainkan toolsnya. Tantangan buatku karena harus berhadapan langsung dengan Si usia prasekolah yang sangat antusias untuk sekolah,” -Dia Anggraini, mama dari Letta (4yo), Kindergarten A.

“Problem terberat sampai sekarang adalah mengatur waktu antara menemani anak mengerjakan tugas dengan pekerjaan rumah, lalu membagi waktu dengan 2 anak lainnya. Jadi kadang aku tunda jam kerjain tugas sampai anak - anak yang lain tidur, atau sekalian diajak belajar bareng kakak,” - Lupi Affandi, mama dari Aaron (6,5 yo), Abinawa (4 yo), Akira (4 mos).

Psikolog Elizabeth Santosa, MPsi, Psi, SFP, ACC membantu memetakan problem yang paling sering dihadapi orangtua, diantaranya:

  1. Kesulitan mengatur waktu untuk bekerja dan membantu selama proses sekolah berlangsung. 
  2. Kebingungan mencari cara supaya anak - anak tidak bosan selama stay at home. 
  3. Anak - anak kurang fokus belajar & merindukan suasana sekolah, bertemu dengan teman - teman. 
  4. Terbatasnya ketersediaan kuota internet & perangkat elektronik menjadi masalah terbesar menurut survei yang dilakukan oleh UNICEF Indonesia.

Robert Jenkins, Global Chief of Education, UNICEF berbagi 5 tips mudah untuk membentuk kebiasaan baru belajar di rumah:

  1. Luangkan waktu rutin bersama keluarga. Mama & Papa sengaja meluangkan waktu 5 - 15 menit untuk melakukan berbagai hal bersama, mulai dari memasak, membersihkan rumah, merawat tanaman, membaca atau merapikan tempat tidur. Aktivitas ini dapat menjadi jembatan untuk membangun bonding time berkualitas, sehingga komunikasi yang terjalin dapat menjadi lebih dekat. 
  2. Luangkan waktu dampingan untuk belajar dalam waktu singkat, namun bermakna. Diawali dengan 10 menit, kombinasikan proses belajar onlinedan offline menggunakan media yang menarik. Persiapkan materinya satu malam sebelumnya. Waktu belajar yang singkat membantunya fokus memahami pelajaran.
  3. Komunikasi terbuka. Si Kecil juga bisa stres, lho! Berikan pengertian bahwa mereka dapat bertanya tentang hal yang tidak dimengerti atau mengungkapkan perasaannya saat itu. Dengarkan, dan beri afirmasi positif bahwa mereka pasti dapat melalui masa krisis ini dengan baik. Jangan lupa diskusikan soal praktek hidup sehat yang dapat membantu tubuhnya melawan virus, ya!

4. Buat aturan bersama soal penggunaan internet. Dalam masa pandemi ini, akses online yang diberikan kepada anak – anak lebih besar dari porsi biasanya. Hal ini tentu dapat meningkatkan risiko kejahatan dan dampak negatif dalam mengonsumsi konten. Bila diperlukan, set mode parental control.

5. Menemukan cara terbaik untuk berkomunikasi dengan pihak sekolah, terutama guru. Buat inisiatif sendiri dan ajukan kepada wali kelas untuk mendapatkan solusi atas berbagai permasalahan yang sedang dialami dalam proses belajar.

Lower expectations might help. Setiap orang tua pasti menemukan tantangan dalam versinya masing – masing saat menjalani proses belajar ini. Mama dapat bekerjasama dengan  papa menyusun jadwal harian & merancang kegiatan fisik yang menyenangkan, bergantian mendampingi anak – anak belajar di setiap pergantian mata pelajaran, dan berbagi ceritalah dengan mama lain untuk meringankan beban. Because yes, you’re not alone! (Nathalie Indry/CC/Photo: Freepik.com)


Responses
Write a responses...
Redeem Cart