Pregnancy

All about Pregnancy


Ini Lah 8 Alasan Dibalik Naiknya Berat Badan Bumil

Apakah Mama tahu apa yang menjadi penyebab kenaikan berat badan Mama saat hamil?

27 January 2020 14:00

Naiknya berat badan selama hamil merupakan hal yang lumrah terjadi. Bertambahnya berat badan menjadi pertanda bahwa janin yang ada di kandungan Mama mengalami perkembangan yang baik. Tapi, apakah Mama tahu apa yang menjadi penyebab kenaikan berat badan Mama saat hamil?

Sebenarnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan berat badan Mama, tergantung dari berat badan mama sebelum hamil dan Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT dihitung dengan cara membagi berat badan (Kg) dengan tinggi tubuh (Cm)

Mengukur IMT Pertumbuhan Berat Badan IBu Hamil

Untuk mengukut berat badan saat hamil, mama bisa mengikuti ukuran pertumbuhan berat badan yang masih dianggap normal saat hamil seperti berikut ini:

  1. Underweight: IMT di bawah 18,5 sebelum hamil disarankan untuk menaikkan berat badan sebanyak 12,5 – 18 Kg.
  1. Normal: Mama yang memiliki IMT di kisaran 25 sampai 29,9 Kg, disarankan untuk menjaga kenaikan berat badan di kisaran 7 – 11,5 Kg saja.
  1. Overweight/Obesitas: Bagi mama yang memiliki IMT di atas 30 sebelum kehamilan disarankan untuk menjaga kenaikan berat badan sebatas 5 – 10 Kg saja.

Nah setelah mengukur kenaikan berat badan, Mama wajib untuk menjaga asupan nutrisi selama kehamilan. Pastikan makanan yang Mama konsumsi mengandung vitamin dan mineral yang seimbang agar menjaga berat badan tetap stabil.

Fakta Dibalik Bertambahnya Berat Badan Bumil

Ini lah beberapa faktor utama yang menyumbang kenaikan berat badan Mama selama hamil:

  1. Darah (+2 Kg)

Saat Mama hamil, persedian darah menjadi lebih banyak dari biasanya. Jumlah darah Mama akan naik menjadi 2 liter lebih banyak dari sebelumnya. Persediaan darah ini digunakan untuk membangun rahim, pertumbuhan jaringan payudara dan gusi, juga memasok oksigen dan sumber makanan untuk janin.

Selain lebih banyak, darah Mama akan lebih encer. Pengenceran darah ini akan terjadi bertahap sampai minggu kw-32 kehamilan.

  1. Plasenta atau Ari-Ari (+ 0,5 – 1 Kg)

Ari-ari juga menyumbang kenaikan berat badan loh. Saat memasuki trimester awal kehamilan, plasenta akan menyumbang berat sebanyak 0,5 sampai 1 Kg. Plasenta akan bertambah berat sebanyak 1 sampai 2 Kg di trimester akhir.

Ukuran Rahim (+ 1 Kg)

Sebelum hamil, ukuran rahim Mama biasanya hanya sebesar ibu jari saja. Yaitu setebal 1,2 cm dengan panjang sekitar 7,5 cm dan berat 50 gram. Namun, saat Mama hamil, dinding rahim mama akan lebih tebal dan berat. Ukuran rahim yang meningkat ini bisa bertambah sampai 1 – 2 Kg.

  1. Janin (+ 3 – 4 Kg)

Tentunya yang menyumbang berat Mama saat hamil adalah si dedek bayi. Malaikat kecil yang ada di dalam rahim Mama ini menyumbang berat sekitar 3,5 sampai 4 Kg atau lebih. Maka jangan kaget saat Mama melihat ukuran timbangan ya.

Mama bisa memantau perkembangan berat janin melalui alat USG. Pastikan berat janin terus mengalami peningkatan setiap bulannya.

Selain janin, tubuh mama juga menyimpan cadangan lemak di bagian paha, pinggul, dan bokong. Itu lah mengapa berat badan Mama akan naik drastic. Tapi jangan khawatir, cadangan lemak ini justru akan membantu produksi Air Susu Ibu (ASI) setelah si dedek bayi lahir.

  1. Air Ketuban (+ 1 Kg)

Saat hamil, perut Mama akan menyimpan cairan yang disebut ketuban. Air ketuban ini mengandung elektrolit, protein dan beragam nutrisi penting ntuk pertumbuhan janin.

Berat air ketuban bisa mencapai 1 Kg bahkan lebih. Nah, selain menyimpan nutrisi, air ketuban juga berfungsi untuk melindungi bayi dari goncangan saat mama bergerak. Air ketuban juga menjaga bayi tetap hangat.

  1. Cadangan Protein Bumil dan Zat Gizi (+ 3,5 Kg)

Mama harus tahu, bahwa kebutuhan kalori saat hamil lebih banyak dari biasanya. Sebelum Mama hamil, Mama hanya memerlukan maksimal 2.500 asupan aklori per hari. Saat hamil, mama membutuhkan cadangan protein, kerbohidrat, dan lemak yang lebih banyak.

Ini lah mengapa porsi makan Mama akan lebih banyak saat hamil. Setiap harinya Mama memerlukan asupan gizi sebanyak 3.000 kalori yang didapat dari sumber peotein seperti daging, telur, ikan, lemak, karbohidrat dan zat gizi lainnya.

  1. Cairan Tubuh Bumil (+ 2 Kg)

Selama mengandung, Mama membutuhkan asupan mineral yang lebih banyak. Untuk itu, Mama sangat disarankan untuk minum lebih banyak air putih. Air akan menambah cairan tubuh Mama sebanyak 2 Kg.

Minum banyak air saat hamil mungkin akan membuat Mama mual. Tapi, air dapat membantu metabolisme tubuh lebih lancar.

  1. Payudara (+ 1 Kg)

Payudara Mama akan bertambah besar saat hamil. Ini terjadi karena adanya perubahan hormon pada trimester pertama kehamilan. Perubahan hormon ini akan mengubah jaringan pada payudara, sehingga payudara Mama akan lebih berat sebanyak 1 Kg atau lebih.

Selain lebih berat, payudara Mama akan terasa lebih sensitif, gatal, bahkan nyeri saat disentuh. Pada umumnya ukuran payudara Mama akan membesar sebanyak satu hingga dua cup, apalagi bagi Mama yang baru pertama kali hamil.

Rasa nyeri pada payudara ini mirip seperti rasa nyeri yang terjadi saat Mama mengalami menstruasi. Mungkin tidak nyaman, tapi Mama tetap harus menikmatinya ya.

  1. Makanan Berlemak (+ 2 Kg)

Hamil sangat identik dengan yang namanya ngidam. Mama biasanya ingin makan makanan tertentu saat ngidam, biasanya yang berlemak. Mengkonsumsi makanan berlemak seperti martabak, mie instan, sate atau yang lainnya memang tidak menjadi masalah saat hamil.

Makanan berlemak bisa menyumbang berat badan sebanyak 2 Kg atau lebih. Tapi bukan berarti Mama bebas makan makanan berlemak sepuasnya ya. Asupan lemak yang berlebihan dapat menurunkan kadar serotonin pada janin.

Serotonin adalah zat kimia yang ada dalam otak. Zat ini mengatus suasana hati. JIka kadar serotonin rendah, maka bayi akan lebih mudah cemas dan depresi saat dewasa.

Mengkonsumsi makanan berlemak sesekali mungkin tidak apa-apa, yang penting Mama bisa mengimbanginya dengan makanan yang tinggi serat dan berbagai nutrisi yang baik untuk perkembangan si dedek bayi.

Mama sangat disarankan untuk mengkonsumsi lebih banyak sayuran hijau seperti bayam, makanan berprotein seperti telur, kacang-kacangan, juga makanan yang mengandung Omega 3 seperti ikan. Makanan yang mengandung gizi seimbang dapat membantu tumbuh kembang janin dan membentuk otak janin.

Rajinlah mengkonsumsi ikan salmon, kod atau tuna yang tinggi kadar Omega 3 nya. Sesekali, Mama juga disarankan untuk mengkonsumi yoghurt. Kandungan protein, kalsium dan yodium pada yoghurt akan membantu perkembangan kognitif bayi. Kandungan probiotik nya juga sangat baik untuk membentuk tulang bayi.

Nah itu lah beberapa fakta dibalik naiknya berat badan Mama selama hamil. Mama sangat disarankan untuk menjaga asupan nutrisi yang bermanfaat untuk perkembangan dedek bayi. Pilihlah makanan yang kaya asam folat, zat besi dan lainnya. ya!

Illustrasi: Ibu Hamil Sedang Bersantai | Baby photo created by tirachardz - www.freepik.com


Responses
Write a responses...
12 June 2020 18:54
Untuk bumil yang overweight apakah harus melakukan diet?
12 June 2020 18:53
Untuk bumil yang overweight apakah harus melakukan diet?
3 March 2020 20:19
Thanks infonyaa sangat bermanfaat
3 March 2020 4:30
informasi yang sangat bermanfaat untuk bumil
Redeem Cart