Baby

All about Baby


Kapan Harus Khawatir dengan Berat Badan Bayi?

Pada bayi, mama disarankan untuk memantau pertumbuhan Si Kecil sejak Ia dilahirkan

26 July 2020 10:00

Menurut definisinya, pertumbuhan secara keseluruhan adalah penambahan ukuran, jumlah sel, dan jaringan pembentuk tubuh lain sehingga ukuran fisik bertambah mulai dari berat, tinggi badan, dan lingkar kepala. Pada bayi, mama disarankan untuk memantau pertumbuhan Si Kecil sejak Ia dilahirkan - dengan memanfaatkan kurva pertumbuhan standar yang dirilis oleh Badan Kesehatan Dunia/WHO. 

Saat mengukur ketiga variabel tersebut, pastikan Mama memperhatikan hal berikut:

  1. Mengukur berat badan bayi dengan alat timbang yang konstan/sama setiap bulan untuk hasil yang lebih akurat.
  2. Panjang badan diukur pada posisi tidur telentang untuk anak usia 0-2 tahun dan setelah usia 2 tahun tinggi badan diukur sebagai tinggi berdiri. 
  3. Mengukur lingkar kepala bayi menggunakan pita ukur berbahan lembut dari arah dahi & sekeliling kepala. 
  4. Frekuensi pengukuran yang disarankan adalah setiap bulan sampai usia 1 tahun, setiap 3 bulan sampai usia 3 tahun, setiap 6 bulan sampai usia 6 tahun, dan 1 tahun sekali pada tahun-tahun berikutnya.

Khusus untuk berat badan, umumnya pada beberapa hari pertama setelah lahir, bayi yang diberi ASI dapat mengalami penurunan berat normal sekitar 7 - 10% karena kemampuan menyusu masih belum sempurna. Namun, dua minggu setelah kelahiran, mama dapat memantau pertumbuhan berat badan bayi yang akan berlangsung sangat cepat.  Pada usia 1 tahunnya, berat badan Si Kecil dikatakan normal jika mencapai 3 kali berat lahir, diimbangi dengan panjang badan yang naik 50% dari panjang lahir. 

Potensi pertumbuhan bayi sangat bergantung pada kecukupan nutrisi yang didapat. Adanya gangguan pertumbuhan yang tidak terdeteksi dan tidak diintervensi menyebabkan efek jangka panjang yang dapat menurunkan kualitas hidupnya. 

Illustrasi: Bayi diatas skala berat 

Khawatir dengan kenaikan berat badan Si Kecil?

Mama perlu memastikan pertumbuhan bayi meningkat seiring pertambahan umurnya. Waspada dan bawa Ia ke dokter apabila:

  1. Berat badan bayi turun. 
  2. Berat badan bayi stagnan (tetap) sejak sebulan yang lalu. 
  3. Terjadi faltering growth: Kenaikan berat badan yang kurang dari seharusnya. Kondisi ini dapat dilihat berdasarkan kurva pertumbuhan WHO berat badan menurut usia atau Kartu Menuju Sehat. 

Faltering growth terjadi karena asupan energi dari makanan Si Kecil tidak mencukupi kebutuhan untuk pertumbuhannya sehingga Ia mengalami kekurangan nutrisi. Periode mulai MPASI adalah masa tersering anak - anak mengalami faltering growth. 

Berikut adalah tabel penambahan berat badan bayi setiap bulannya, seperti dilansir dari buku “Mommyclopedia: Tanya Jawab Tentang Nutrisi di 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak” yang ditulis oleh dr. Meta Hanindita, Sp.A.

Usia 

gram/hari

gram/bulan

0 - 3 bulan

25 - 30

750 - 900

4 - 6 bulan

20

600

7 - 9 bulan

15

450

10 - 12 bulan

10

200 - 300

Di atas setahun

 

2 kg/tahun


Beberapa penyebab utama berat badan bayi sulit mengalami kenaikan diantaranya karena bayi tidak memperoleh nutrisi yang cukup, menderita penyakit tertentu (misalnya masalah pencernaan sehingga sulit menyerap nutrisi), gangguan hormon, infeksi, anemia, atau kelainan bawaan. Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan termasuk merunut histori berat kelahiran Si Kecil untuk mengetahui permasalahan yang dapat ditangani segera, termasuk langkah perbaikan gizi.
(Nathalie Indry/CC/Photo: Freepik.com)


Responses
Write a responses...
Redeem Cart