Motherhood

All about Motherhood


Kumpulkan Dana Darurat Selama Pandemi? Bisa, Kok!

Masa pandemi Covid 19 pastinya melumpuhkan ekonomi hampir sebagian warga dunia.

7 August 2020 12:00

Masa pandemi Covid 19 melumpuhkan ekonomi hampir sebagian warga dunia. Tidak hanya itu, bisa dipastikan para karyawan yang bekerja dari rumah mengalami penurunan pendapatan. Menyadari pentingnya keberadaan dana darurat di masa krisis, apa yang bisa kita lakukan? 

Berdasarkan survei online bertajuk “Perilaku Orang Indonesia terhadap Uang” yang diselenggarakan oleh Danafix Online Indonesia terhadap 500 responden, diketahui bahwa sekitar 70% masyarakat telah memiliki dana darurat dalam jumlah yang bervariasi. 38% diantaranya mengaku cukup untuk biaya hidup selama 3 bulan tanpa pemasukan. 31% lainnya memiliki dana yang cukup untuk hidup selama 1 – 3 bulan tanpa pemasukan. 

Di sisi lain, ada sekitar 8% masyarakat yang tidak memiliki tabungan untuk kondisi darurat. Jika mama termasuk di dalamnya, masih belum terlambat kok untuk Kembali mengumpulkan dana yang terlanjur tergerus selama masa pandemi. 

Apa dan Berapa Besaran Dana Darurat?

Secara definisi, dana darurat merupakan sejumlah dana yang disediakan dalam keuangan, di mana dana ini secara khusus digunakan untuk menghadapi berbagai kondisi yang tak terduga dalam kehidupan. Artinya, dana ini hanya akan digunakan saat menghadapi kondisi darurat yang tidak bisa diatasi dengan aturan keuangan rutin.

Idealnya, bagi yang belum memiliki keluarga, besaran dana darurat adalah 6 bulan pengeluaran. Jika sudah berkeluarga, mama memerlukan dana darurat sebesar 9 atau 12 bulan pengeluaran.

Rista Zwestika Reni S.Sos. CFP, Financial Planner Finansialku.com mengatakan, tidak ada kata terlambat untuk menabung dana darurat. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan budgeting sesuai prioritas, sehingga dana berlebihnya dapat dimasukkan dalam pos darurat. Jika kebutuhan dana ini belum terpenuhi, sebaiknya cairkan aset-aset yang tidak likuid untuk memenuhi kebutuhan dana darurat.

Walaupun cukup menantang, mama dapat coba lakukan 3 langkah berikut untuk mengumpulkan kembali dana darurat yang dibutuhkan selama masa pandemi: 

  1. Atur ulang budgeting. Dengan skala prioritas kebutuhan wajib, butuh dan ingin, mama dapat menghapus dana transportasi & fashion untuk dialokasikan pada tabungan darurat. 
  2. Pisahkan dana darurat di rekening yang berbeda dari tabungan operasional atau letakkan di aset – aset aman. Pilih aset yang ketika dicairkan masih untung atau tidak terlalu merugi dalam kondisi saat ini mulai dari tabungan, deposito, emas, dan reksa dana pasar uang.
  3. Cicil tabungan darurat, walaupun dalam jumlah yang bervariasi setiap bulannya. Alokasikan sejumlah dana tetap dari penghasilan, agar bisa mencapai jumlah yang diinginkan tepat waktu. Misalnya: 10% atau 20% dari penghasilan selama 10 bulan ke depan.
  4. Untuk penghasilan tidak tetap, usahakan pengeluaran bulanannya dijadikan tetap. Sehingga opsi tambahan pekerjaan atau menyesuaikan gaya hidup dapat dilaksanakan untuk mendukung terwujudnya tabungan darurat. Intinya, tetap mengusahakan memiliki tabungan ini tetap lebih baik daripada yang tidak, karena belum diketahui masa berakhirnya pandemi.  

Ada baiknya mama mulai membuat reminder setiap awal bulan untuk membuat pos pengeluaran inti: perlu diingat bahwa sebaiknya, pos darurat disisihkan di awal, bukan sisa budget di akhir. Misalnya 50% untuk kebutuhan, 10% untuk asuransi, 20% untuk tabungan/ dana darurat, dan 10% untuk sedekah. 

Tidak ada salahnya mengkomunikasikan kebutuhan ini kepada seluruh anggota keluarga, termasuk anak – anak. Sehingga mereka sadar akan pentingnya anggaran darurat selama masa krisis & dapat membantu menghemat pengeluaran sehari – hari. (Nathalie Indry/CC/Photo: freepik.com)


Responses
Write a responses...
Redeem Cart